Dewasa ini Masyarakat menjunjung ilmu pengetahuan dan tekhnologi. tapi siapa sangka, bahwa masih ada di antaranya para orang tua yg masih mempercayai mitos mitos yang berkembang saat ini tentang pertumbuhan anak.
termasuk yg mana kah anda....?
apakah yang masih mempercayai mitos, apakah yang tidak ...?
apakah salah jika mempercayai sebuah mitos...?
berikut beberapa pemaparan yang berhasil kami rangkum tentang mitos mitos yang berkembang saat ini tentang pertumbuhan anak
1. Jidat Jenong (nongnong) pertanda anak pintar.
mungkin anda akan sedikit tersenyum simpul mendengar mitos yang satu ini hehe, begitupun saya ketika menulis artikel ini. ukuran kepala anak dan bentuk kepala anak bergantung kepada gen pembentuknya (faktor keturunan), volume otak bisa juga mempengaruhi. setelah dilihat dari sisi manapun pendapat beberapa ahli menyatakan bahwa ternyata mitos Jidat Jenong tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan tingkat kepintaran anak. karena faktor utama yang mempengaruhi kepintaran anak anak intensitas dan kecakapan orang tua memberikan pengetahuan tentang Konsep Konsep Dasar Dalam Perkembangan Anak serta merangsang insting daya berfikir anak selagi masa pertumbuhan usia emas nya.
2. Bedong yang membuat kaki anak tidak bengkok.
"kata nenek saya bedong itu bisa membuat kaki anak tidak bengkok, tidak mudah masuk angin, tidak gampang kaget dan mudah tidur, apalagi jika bedong-nya sangat rapat dan kuat, maka hasilnya akan lebih maksimal".
untuk kaki bengkok semua bayi juga bengkok dan akan lurus sendiri seiring pertumbuhan tulang dan otot otot kakinya, untuk hal ini mitos tersebut tidak ada kaitannya antara bedong dengan kaki bengkok.
tetapi untuk kasus masuk angin memang benar terjadi, karena yang dirasakan sang bayi ketika di bedong sama seperti ketika iya di peluk oleh sang ibu, selain rasa hangat rasa nyaman lah yang membuat anak cepat tertidur dengan catatan jgn terlalu rapat, karena bedong yang terlalu rapat dapat menghambat gerakan bayi dan akan membuatnya tertekan dan sulit bernafas.
oh iya untuk yg masalah kaget, gimana mau kaget (reflek) ... kalo bedongnya kuat dan rapat mau kaget gimanapun ya ga bakal terlihat, kan ketutupan bedong hehe.
3. Jemur pakaian bayi selepas maghrib dapat mengundang penyakit pada bayi
pada waktu maghrib adalah saat dimana serangga serangga kecil keluar meninggalkan sarang, ada kemungkinan serbuk serbuk sari bunga yang terbawa oleh badan serangga tersebut menempel pada baju bayi yang di jemur di saat itu.
untuk bayi bayi yang terdapat alergi mungkin bisa terserang gatal gatal di kulit , dan memungkinkan untuk bersin bersin (menyerupai pilek).
4. Kalau anak dapat berjalan duluan pasti ngomongnya akan terlambat, begitupun sebaliknya
fenomena ini sering kerap terjadi sehingga membuat orang berfikir bahwa mitos ini benar adanya,
berdasar penelitian pemerhati anak , anak bisa berjalan dikarenakan otot kaki dan tulang kaki sudah tumbuh dan berkembang sehingga mampu menopang badan anak dalam kondisi berjalan (walaupun masih tertatih tatih), baca selengkapnya di halaman tips & trik stimulasi untuk mempersiapan dan melatih anak untuk berjalan.
demikian pula dengan anak bisa bicara, di karenakan otot otot bicaranya sudah siap dan mampu untuk melafalkan kata kata secara benar pada waktunya.
keterlambatan bicara atau pun keterlambatan berjalan bukan karena dia bisa yang mana duluan, tetapi keduanya pun mungkin untuk terjadi secara bersamaan jika orang tua mempersiapkannya. untuk keterlambatan bicara baca selengkapnya di halaman tips & trik stimulasi untuk mempersiapkan anak untuk bicara
5. Anak Kecil dapat melihat makhluk halus
hingga saat ini masih terjadi perbedaan pendapat mengenai hal ini, ada yg berpendapat bahwa semua anak kecil akan dapat melihat makhluk halus yg ada di sekitar kita, adapun yang mengatakan sebaliknya. normalnya makhluk dimensi 3 seperti manusia hewan dan tumbuhan dll, tidak akan bisa melihat makhluk dengan dimensi yang lebih kompleks (baca :jin) tanpa adanya bantuan dari makhluk dari dimensi yang lebih kompleks tersebut. (baca selengkapnya di www.alamlaen.blogspot.com )
efek efek yang timbul yang terjadi di antara membuat anak shock dan trauma menanggapai hal tersebut.
alangkah sebaiknya para orang tua benar benar memperhatikan pengaruh lingkungan sekitar (TV, radio, gadget) agar anak kecil jangan dulu di libatkan atau di kenalkan dengan perasaan "takut hantu". seandainyapun si anak bisa melihat dan ada reaksi akan hal tersebut, si anak tidak akan takut, shock dan trauma jika pada kamus ingatannya (baik alam sadar maupun alam bawah sadarnya) tidak mempunyai kata kata "takut hantu".
6. Ari ari bayi harus dikubur dan di beri lampu
kejadian ini banyak terjadi khususnya di beberapa daerah di indonesia, adapun beberapa pendapat yang mengatakan bahwa ari ari dipercaya sebagain saudara si bayi, adapula yang mengatakan bahwa ari ari sebelum dikubur harus dibumbui dan sebagainya. belum tentu benar dan belum tentu pula salah, tergantung bagaimana anda menyikapi hal ini.
beberapa ahli mengatakan bahwa ari ari atau plasenta merupakan saluran yang digunakan untuk media penyalur dari sang ibu kepada bayi mulai dari O2, nutrisi, dll untuk menyokong kebutuhan bayi selama dalam masa kandungan (normalnya 9 bulan 10 hari), dan ketika bayi sudah lahir maka ari ari tersebut sudah tidak berfungsi lagi.
para ahli pun mengatakan bahwa ari ari atau plasenta tersebut sebenernya juga tidak masalah jika dibuang begitu saja, cuman ada beberapa kekhawatiran yang potensial terjadi dari penyalah guna-an plasenta tersebut yang akhirnya menganjurkan agar plasenta tersebut untuk dikubur.
penyalah guna-an tersebut, seperti : dalam plasenta terdapat jaringan yang merupakan bahan untuk pembuatan kosmetik, tidak hanya itu plasenta juga merupakan bahan yang dapat digunakan untuk kloningan manusia, karena terdapat stemcell yang merupakan jenis sell yang memiliki potensi untuk berdifferensisasi dan berkembang menjadi berbagai sel.
pendapat masyarakat awam lainnya mengatakan "ya di kubur lalu di kasih kurungan mas bro.. biar ga di gali sama kucing atau anjing, kan nanti di makan.... " hehe, bener juga ya.
tumbuh kembang anak pada usia emas (0 - 6 thn)
Sabtu, 16 November 2013
Jumat, 15 November 2013
Apa Itu Golden Age?
Usia
emas atau Golden Age
merupakan masa-masa yang paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. dimana otak anak akan berkembang kurang lebih 80% lebih cepat daripada rata rata manusia dewasa. dimana sang anak akan menyerap, meniru, mengingat (baik secara alam sadar maupun alam bawah sadarnya), ilmu perilaku, lingkungan, baik positif atau negatif secara cepat. Oleh
karena itu pengoptimalan dalam mendidik anak harus diberikan secara penuh dan optimal.
Beberapa ahli anak menyebutkan bahwa usia emas anak berkisar antara usia 0 hingga 6 tahun. namun, sayangnya, para orang tua justru menganggap bahwa pada usia tersebut anak-anak belum mampu untuk berpikir dengan baik, sehingga menganggap bahwa anaknya belum paham dan belum layak untuk diberikan pendidikan ataupun pengertian secara serius. Selain itu, perhatian yang diberikan orang tua kepada anaknya hanyalah perhatian yang ala kadarnya. seperti : membiarkan pengaruh buruk lingkungan, percaya dengan mitos, dll (baca selengkapnya di mitos mitos yang berkembang hingga saat ini tentang pertumbuhan anak).
Dalam mewujudkan masa keemasan anak secara maksimal, maka peran yang harus dilakukan orang tua adalah dengan memberikan pendidikan dan stimulasi secara maksimal pula. Oleh sebab itu, para orang tua harus Mengenali dan memahami karakter anak dan memiliki tips & trik mengikuti dan mensupport tumbuh kembang anak dan tentunya orang tua juga membutuhkan APE dan stimulasi anak ataupun media lainnya yang digunakan sebagai sarana stimulasi untuk anak. Anak pada usia emas atau Golden Age.
Penanaman konsep-konsep dasar pada perkembangan anak, memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitarnya, mengenal beberapa keterampilan untuk mengasah memaksimalkan kemampuan motoriknya, dan pola penanaman kebiasaan anak yang baik.
Adapun kiat sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk memaksimalkan masa emas anak yaitu dengan memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang anak dengan media permainan edukatif, pemberian makanan yang bergizi, menghargai usaha dan prestasi anak, serta memfasilitasi anak dengan pendidikan formal maupun informal.
Ada kalanya ketika kemampuan orang tua sudah maksimal, dikarenakan faktor pekerjaan atau tuntutan eonomi ,banyak orang tua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi aktifitas anak sehari-hari. para orang tua bisa menggunakan jasa pihak ketiga, seperti Day Care, Taman Penitipan Anak, Play group, Taman Kanak-kanak, TPQ dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada usia tertentu untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang usia emas anak.
Beberapa ahli anak menyebutkan bahwa usia emas anak berkisar antara usia 0 hingga 6 tahun. namun, sayangnya, para orang tua justru menganggap bahwa pada usia tersebut anak-anak belum mampu untuk berpikir dengan baik, sehingga menganggap bahwa anaknya belum paham dan belum layak untuk diberikan pendidikan ataupun pengertian secara serius. Selain itu, perhatian yang diberikan orang tua kepada anaknya hanyalah perhatian yang ala kadarnya. seperti : membiarkan pengaruh buruk lingkungan, percaya dengan mitos, dll (baca selengkapnya di mitos mitos yang berkembang hingga saat ini tentang pertumbuhan anak).
Dalam mewujudkan masa keemasan anak secara maksimal, maka peran yang harus dilakukan orang tua adalah dengan memberikan pendidikan dan stimulasi secara maksimal pula. Oleh sebab itu, para orang tua harus Mengenali dan memahami karakter anak dan memiliki tips & trik mengikuti dan mensupport tumbuh kembang anak dan tentunya orang tua juga membutuhkan APE dan stimulasi anak ataupun media lainnya yang digunakan sebagai sarana stimulasi untuk anak. Anak pada usia emas atau Golden Age.
Penanaman konsep-konsep dasar pada perkembangan anak, memahami dirinya sendiri dan memahami lingkungan sekitarnya, mengenal beberapa keterampilan untuk mengasah memaksimalkan kemampuan motoriknya, dan pola penanaman kebiasaan anak yang baik.
Adapun kiat sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk memaksimalkan masa emas anak yaitu dengan memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang anak dengan media permainan edukatif, pemberian makanan yang bergizi, menghargai usaha dan prestasi anak, serta memfasilitasi anak dengan pendidikan formal maupun informal.
Ada kalanya ketika kemampuan orang tua sudah maksimal, dikarenakan faktor pekerjaan atau tuntutan eonomi ,banyak orang tua yang tidak memiliki cukup waktu untuk mendampingi aktifitas anak sehari-hari. para orang tua bisa menggunakan jasa pihak ketiga, seperti Day Care, Taman Penitipan Anak, Play group, Taman Kanak-kanak, TPQ dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada usia tertentu untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang usia emas anak.
Langganan:
Postingan (Atom)